KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN (Perbanyakan dan Aklimatisasi Anggrek Melalui Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga serta Budidayanya). Pemanjangan tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar Aklimatisasi Masalah ( Gangguan) pada kultur jaringan. Gangguan kultur jaringan dapat. Induksi perakaran dan aklimatisasi tanaman Artocarpus altilis secara in vitro dengan teknik kultur jaringan adalah pada tahapan aklimatisasi planlet.

Author: Samusho Mogami
Country: Grenada
Language: English (Spanish)
Genre: Health and Food
Published (Last): 24 December 2007
Pages: 16
PDF File Size: 9.44 Mb
ePub File Size: 6.2 Mb
ISBN: 597-7-41937-496-4
Downloads: 82398
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Fenribar

Menurut Suryowinotokultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

Kultur jaringan Tissue Culture merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

aklimatisasi – Kultur Jaringan

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Teori yang mendasari tehnik kultur jaringan adalah teori sel oleh Schawann dan Scheleiden yang menyatakan sifat totipotensi total genetic potential sel, yaitu bahwa setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh, jika kondisinya sesuai.

Sel yang telah direkayasa dikembangkan melalui kultur jaringan sehingga menjadi tanaman baru secara lengkap. Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Tanaman indukan sumber eksplan tersebut harus dikondisikan dan dipersiapkan secara khusus di rumah kaca atau greenhouse agar eksplan yang akan dikulturkan sehat dan dapat aklimahisasi baik serta bebas dari sumber kontaminan pada waktu dikulturkan secara in-vitro.

Tujuan utama dari aklimwtisasi secara in-vitro tahap ini adalah pembuatan kultur dari eksplan yang bebas mikroorganisme serta inisiasi pertumbuhan baru Wetherell, Aseptik berarti bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan.

Dalam tahap ini juga diharapkan bahwa eksplan yang dikulturkan akan menginisiasi pertumbuhan baru, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pemilihan bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat,untuk perbanyakan multiplikasi pada kultur tahap selanjutnya Wetherell, Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga sterail.

Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan aklimattisasi merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. Tahap ini bertujuan untuk menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya.

Perkembangan Teknik Aklimatisasi Tanaman Kedelai Hasil Regenerasi Kultur In Vitro – CORE Reader

Pada tahap ini, perbanyakan dapat dilakukan dengan cara merangsang terjadinya pertumbuhan tunas cabang dan percabangan aksiler atau merangsang terbentuknya tunas pucuk tanaman secara adventif, baik secara langsung maupun melalui induksi kalus terlebih dahulu.

Seperti halnya dalam kultur fase inisiasi, di dalam media harus terkandung mineral, gula, vitamin, dan jaaringan dengan perbandingan yang dibutuhkan secara tepat Wetherell, Hormon yang digunakan untuk merangsang pembentukan tunas tersebut berasal dari golongan sitokinin seperti BAP, 2-iP, kinetin, atau thidiadzuron TDZ. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membentuk akar jaringam pucuk tanaman yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro ke lingkungan luar.

  BELLOCH PSICOPATOLOGIA PDF

Dalam tahap ini, kultur tanaman akan memperoleh ketahanannya terhadap pengaruh lingkungan, sehingga siap untuk diaklimatisasikan Wetherell, Tunas-tunas yang dihasilkan pada tahap multiplikasi di pindahkan ke media lain untuk pemanjangan tunas. Media untuk pemanjangan tunas mengandung sitokinin sangat rendah atau tanpa sitokinin. Tunas tersebut dapat dipindahkan secara individu atau berkelompok.

Pemanjangan tunas secara berkelompok lebih ekonomis daripada secara individu. Setelah tumbuh cukup panjang, tunas tersebut dapat diakarkan. Pemanjangan tunas dan pengakarannya dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap, yaitu setelah dipanjangkan baru diakarkan.

Pengakaran tunas in-vitro dapat dilakukan dengan memindahkan tunas ke media pengakaran yang umumnya memerlukan auksin seperti NAA atau IBA. Keberhasilan tahap ini tergantung pada tingginya mutu tunas yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal.

Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kacarumah plastik, atau screen house rumah kaca kedap serangga.

Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan.

Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi. Misalnya pada embrio aklimatissai kopyor yang sulit dikembangbiakan secara alamiah. Kultur ini biasanya untuk memperbaiki atau membuat varietas baru.

According to Suryowinototissue culture in a foreign language is referred to as tissue culture. Jarintan is cultivation and tissue is a group of cells that have the same shape and function. Tissue Culture is a way of vegetative propagation of plants. Tissue culture is a plant propagation technique by isolating plant jaringxn such as leaves, buds, and growing these parts in aseptic artificial media that is rich in nutrients and growth regulators in a closed container that is translucent so that parts of the plant can multiply and regenerate into complete plants.

The main principle of tissue culture techniques is to plant plants using vegetative parts of plants using artificial media which is done in a sterile place. Tissue culture is a method to isolate parts of plants such as protoplasm, a group of cells, tissues or organs and grow them in aseptic conditions so that these parts can multiply and regenerate into complete plants again.

The theory underlying tissue culture techniques is the cell theory by Schawann and Scheleiden which states the total nature of total cell potential, namely that every living plant cell is equipped with complete genetic information and physiological devices to grow and develop into intact plantsif the conditions are appropriate.

Engineered cells are developed through tissue culture to become a complete new plant. The plants must be clear of their species, species and varieties and must be healthy and free of pests and diseases. Broodstock plant sources for these explants must be conditioned and aklimatsasi specifically in a greenhouse or greenhouse so that explants that will be cultured are healthy and can grow well and are free from sources of contaminants when cultured in-vitro.

The main purpose of propagation in-vitro this stage is the manufacture of cultures from explants that are free of microorganisms and new growth initiations Wetherell, This is an aseptic or accentic culture. Aseptic means free from microorganisms, while accentic means free from unwanted microorganisms. In this stage it is also expected that the explants that are cultured will initiate new growth, so that it will allow the selection of the most powerful plant parts to grow, for multiplication in the next stage of culture Wetherell, Sterilization is that all activities in tissue culture must be carried out in a sterile place, namely on laminar flow and using tools that are also sterail.

  BIRELI LAGRENE GUITAR PROJECT EN PDF

Tulisan Teratas

Sterilization is also carried out on equipment, which uses ethanol which is sprayed evenly on the equipment used. The technician who do the plant tissue isolation method should be sterile.

This stage aims to multiply propagules aklimtaisasi plant material that is propagated such as buds or embryos, and maintain them in certain circumstances so that at any time can be continued for the next stage. I am a robot. I just upvoted you! I found similar content that readers might be interested in: Prinsip Dasar Kultur Jaringan Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplan Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Inisiasi Kultur Tujuan utama dari propagasi secara in-vitro tahap ini adalah pembuatan kultur dari eksplan yang bebas mikroorganisme serta inisiasi pertumbuhan baru Wetherell, Sterilisasi Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang ukltur sterail.

Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul Tahap ini bertujuan untuk menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar Tujuan dari tahap ini adalah untuk membentuk aklimatlsasi dan pucuk tanaman yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro ke lingkungan luar.

Aklimatisasi Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi ku,tur merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal.

Basic Principles of Tissue Culture Tissue culture is a method to isolate parts of plants such as protoplasm, a group of cells, tissues or organs and grow them in aseptic conditions so that these parts can multiply and regenerate into complete plants again. Selection and Preparation of Explants Source Mother Plants The plants must be clear of their species, species and varieties and must be healthy and free of pests and diseases. Culture Initiation The main purpose of propagation in-vitro this stage is the manufacture of cultures from explants that are free of microorganisms and new growth initiations Wetherell, Sterilization Sterilization is that all activities in tissue culture must be carried out in a sterile place, namely on laminar flow aklimatisasu using tools that are also sterail.

Propagul Multiplication or Propagation This stage aims to multiply propagules or plant material that is propagated such as buds or embryos, and maintain them in certain circumstances so aklimwtisasi at any time can be continued for the next stage.

Authors get paid when people like you upvote their post. Trending Trending Votes Age Reputation.